Artikel MRP

Sejarah MRP
Tahun 1970-an merupakan konsep awal dari ERP dengan adanya MRP (Material Requirements Planning), sistem ini meliputi perencanaan dan penjadwalan kebutuhan material perusahaan. Dengan perhitungan status persediaan inventory serta jadwal produksi, system tersebut dapat memberikan rekomendasi pembelian bahan baku yang dibutuhkan. Sistem ini dikenal dengan MRP, yang merupakan singkatan dari Material Requirement Planning.
Tahun 1980-an MRP berkembang menjadi MRP II (Manufacturing Resource Planning), yang memperkenalkan konsep mengenai penyatuan kebutuhan material (MRP) dan kebutuhan sumber daya untuk proses produksi. Tahun 1990-an perkembangan ERP mulai pesat, awal dari perkembangan ERP dumulai Tahun 1972 dengan dipelopori oleh 5 karyawan IBM di Mannheim Jerman yang menciptakan SAP yang berfungsi untuk menyatukan solusi bisnis. Pada dasarnya ERP adalah penambahan module keuangan pada MRP II, sehingga lebih memudahkan bagi para pengambil keputusan menentukan keputusan-keputusannya.

Yang Terdapat Dalam MRP
Untuk menjalankan sistem MRP, ada tiga elemen utama yang harus dimasukkan, yaitu:
1. Jadual induk produksi (Master Production Schedule/MPS)
2. Jumlah kebutuhan Material (Bill of Material/BOM)
3. Status persediaan (Inventory Status)
Dari data imput kedalam sistem MRP akan didapat beberapa informasi sebagai berikut:
1. Kebutuhan komponen/material pada periode-periode dalam jangka waktu tertentu (Gross Requirement).
2. Komponen/material yang harus disediakan pada awal produksi (overdue)
3. Status persediaan komponen/material pada akhir suatu periode (Project On Hand)
4. Jumlah komponen/material yang harus disediakan pada awal suatu periode (planned order)
Pada metode MRP terdapat beberapa hal yang mendasar, yaitu:
1. Permintaan material bersifat tergantung (dependent)
2. Filosofi pemesanan sesuai permintaan
3. Ramalan/perkiraan berdasarkan Master Production Schedule
4. Konsep pengawasan meliputi semua item
5. Lot sizing bersifat beragam
6. memenuhi kebutuhan produksi
7. Tipe persediaan adalah bahan mentah atau setengah jadi
Sebagai alat perencana dan pengontrol yang merupakan metode efektif dalam manajemen persediaan, MRP memberikan beberapa keuntungan, yaitu:
1. Investasi persediaan dapat ditekan serendah mungkin
2. perencanaan dapat dilakukan secara detail dapat berubah sesuai keadaan
3. Penyediaan data untuk masa mendatang dengan basis tiap item
4. Pengontrolan persediaan dapat dilakukan setiap saat
5. Jumlah pemesanan berdasarkan kebutuhan
6. fokus pada waktu kebutuhan material

Fungsi MRP
Fungsi dari MRP adalah:
• Berkaitan dengan persediaan (inventory) : memesan item barang yang tepat, jumlah yang tepat, dan waktu yang tepat.
• Berkaitan dengan prioritas penjadwalan : memesan kebutuhan item barang tepat pada saat dibutuhkan (right due date) dan menjaga agar due date tidak meleset.
• Berkaitan dengan kapasitas pabrik (plan capacity) : membuat rencana pembebanan kerja secara lengkap dan tepat.

Perkembangan MRP menjadi ERP
ERP atau Enterprise Resource Planning adalah sebuah konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya perusahaan meliputi dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas yang berpengaruh luas mulai dari manajemen paling atas hingga operasional di sebuah perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan (stake holder) atas perusahaan tersebut.
ERP berfungsi mengintegrasikan proses-proses penciptaan produk atau jasa perusahaan, mulai dari pemesanan bahan-bahan mentah dan fasilitas produksi sampai dengan terciptanya produk jadi yang siap ditawarkan kepada pelanggan (Indrajit, Djokopranoto, 2002). Selain itu ERP juga membantu mengintegrasikan data-data didalam organisasi didalam sebuah platform yang umum (ERP Wire, 2006).
ERP merupakan sistem terintegrasi yang mempunyai tujuan merangkum bisnis proses yang ada sehingga menjadi satu kolaborasi yang efisien dan efektif dan sistem tersebut di dukung dengan teknologi informasi dan dapat menghasilkan informasi yang enunjang perusahaan menjadi lebih kompetitif.
Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik, jika didukung oleh seperangkat aplikasi dan infrastruktur komputer baik software dan hardware sehingga pengolahan data dan informasi dapat dilakukan dengan mudah dan terintegrasi. Oleh karena itu, hampir tidak mungkin mewujudkan konsep ERP tanpa adanya dukungan sistem berbasis komputer.

erp

Konsep ERP

Sejarah ERP
ERP merupakan perkembangan dari Manufacturing Resource Planning yang juga merupakan hasil dari Evolusi Material Resource Planning (MRP).

perkembangan

Perkembangan ERP dari MRP
Sejak semula dikeluarkan (1960), ERP telah mengalami evolusi yang cukup drastis.

Sejak semula dikeluarkan (1960), ERP telah mengalami evolusi yang cukup drastis.
• Tahap 1 (Material Requirement Planning-1960)
Cikal bakal ERP adalah konsep MRP. Pada tahun 1960, dunia manufaktur membuat teknik perhitungan manufaktur. Dengan dasar perhitungannya adalah menggunakan Bill of Material yang berupa daftar kebutuhan bahan baku (Raw Material) yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk. Dengan perhitungan status persediaan inventory serta jadwal produksi, sistem tersebut dapat memberikan rekomendasi pembelian bahan baku yang dibutuhkan. Sistem ini dikenal dengan sebutan MRP, yang merupakan singkatan dari Material Requirement Planning.
MRP dirancang agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Produk apa yang akan dibuat ? Apa yang diperlukan untuk membuat produk tersebut ? Apa yang sudah dimiliki ? Apa yang harus dibeli ? dan sebagainya.
• Tahap 2 (Close Loop MRP-1970)
Di tahun 1970 proses MRP diintegrasikan dengan fungsi-fungsi bisnis manufaktur lain, yang kemudian menghasilkan sistem baru yang disebut dengan Manufacturing Resource Planning yang mendukung perencanaan hingga ke penjualan dan produksi, penjadwalan dan perkiraan order konsumen.
• Tahap III (Manufacturing Resource Planning/MRPII- 1980)
Tahun 1980-an MRP berkembang menjadi MRP II (Manufacturing Resource Planning), yang memperkenalkan konsep mengenai penyatuan kebutuhan material (MRP) dan kebutuhan sumber daya untuk proses produksi.
MRP II mirip seperti Close Loop MRP ditambah dengan tiga elemen sebagai berikut :
1. Perencanaan penjualan dan operasi, yang digunakan untuk menyeimbangkan antara permintaan dan persediaan.
2. Antarmuka keuangan, kemampuan menterjemahkan rencana operasional (dalam bentuk pieces, kg, gallon, dan satuan lainya) menjadi satuan biaya.
3. Simulasi, kemampuan melakukan analisis untuk mendapatkan jawaban yang mungkin diterapkan dalam satuan unit maupun uang.
• Tahap IV (Enterprise Resource Planning-1990)
Pada awal tahun 1990-an dunia industry mengembagkan MRP II menjadi sebuah sistem dengan scope yang lebih luas yang kemudian dikenal dengan Enterprise Resource Planning (ERP). Pada dasarnya ERP adalah penambahan module keuangan pada MRP II, sehingga lebih memudahkan bagi para pengambil keputusan menentukan keputusan-keputusannya. Penambahan modul lain meliputi proses manufacturing, distribution, personel, project management, payroll, dan finance.
• Tahap V (Extended ERP / ERP II-2000)
Generasi ini diluncurkan tahun 2000 yang merupakan perluasan dari sistem ERP sebelumnya. Dengan menambahkan fungsi area pada Sales Marketting dan Customer Support sehingga mampu menjembatani komunikasi dengan supplier dan konsumennya.
Menurut Daniel E. O’Leary sistem ERP memiliki karakteristik sebagai berikut [WHI-2006]:
1. Sistem ERP adalah suatu paket perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pelanggan pengguna server, apakah itu secara tradisional atau berbasis jaringan.
2. Sistem ERP memadukan sebagian besar dari proses bisnis.
3. Sistem ERP memproses sebagian besar dari transaksi perusahaan.
4. Sistem ERP menggunakan database perusahaan yang secara tipikal menyimpan setiap data sekali saja.
5. Sistem ERP memungkinkan mengakses data secara waktu nyata (real time).
6. Dalam beberapa hal sistem ERP memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
7. Sistem ERP menunjang sistem multi mata uang dan bahasa, yang sangat diperlukan oleh perusahaan multinasional.
8. Sistem ERP memungkinkan penyesuaian untuk kebutuhan khusus perusahaan tanpa melakukan pemrograman kembali.

metode forecasting

Peramalan (forecasting) didefinisikan sebagai proses peramalan suatu variabel (kejadian) di masa datang dengan berdasarkan data variabel yang bersangkutan pada masa sebelumnya. Data masa lampau itu secara sistematik digabungkan dengan menggunakan suatu metode tertentu dan diolah untuk memperoleh prakiraan keadaan pada masa datang. Metode peramalan terdiri dari metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif adalah metode yang menganalisis kondisi obyektif dengan apa adanya atau peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada orang yang menyusunnya. Peramalan kualitatif memanfaatkan factor-faktor penting seperti intuisi, pendapat, pengalaman pribadi, dan system nilai pengambilan keputusan. Metode ini meliputi metode delphi, metode nominal grup, survey pasar dan analisis historikal analogy and life cycle.

Metode kuantitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif atau model matematis yang beragam dengan data masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut.

Baik tidaknya metode yang digunakan tergantung dengan perbedaan atau penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi. Semakin kecil penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang akan terjadi maka semakin baik pula metode yang digunakan. Metode kuantitatif dapat diterapkan apabila :
a. Tersedia data dan informasi masa lalu
b. Data dan Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk numerik
c. Diasumsikan beberapa aspek masa lalu akan terus berlanjut di masa datang.
Metode ini meliputi metode kausal dan time series.

A. Metode Time Series
Metode time series (deret waktu) didasarkan atas penggunaan analisa pola hubungan antar variabel yang diperkirakan dengan variabel waktu. Metode time series terdiri dari metode naif, metode rata-rata bergerak (moving average), metode eksponential smoothing dan metode trend projection.
Metode Naif
Cara sederhana untuk peramalan ini mengasumsikan bahwa permintaan dalam periode berikutnya adalah sama dengan peramalan dalam periode sebelumnya. Pendekatan naif ini merupakan model peramalan objektif yang paling efektif dan efisien dari segi biaya. Paling tidak pen-dekatan naif memberikan titik awal untuk perbandingan dengan model lain yang lebih canggih.
Contoh : jika penjualan sebuah produk (mis: telepon genggam Motorolla) adalah 68 unit pada bulan Januari, kita dapat meramalkan penjualan pada bulan Februari akan sama, yaitu sebanyak 68 unit juga.

Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average)
Rata-rata bergerak adalah suatu metode peramalan yang menggunakan rata-rata periode terakhir data untuk meramalkan periode berikutnya.

rataratabergerak

rumus pembobotan rata-rata bergerak:

pembobotanrrb

Dimana n adalah jumlah periode dalam rata-rata
Metode ini dapat menghaluskan fluktuasi tiba-tiba dalam pola permintaan untuk menghasilkan estimasi yang stabil. Metode ini mempunyai masalah :
1.Meningkatkan ukuran n memang menghaluskan fluktuasi dengan lebih baik tetapi metode ini kurang sensitive untuk perubahan nyata dalam data.
2.Rata-rata bergerak tidak dapat memanfaatkan trend dengan baik.
3.Karena merupakan rata-rata, rata-rata bergerak akan selalu berada dalam tingkat masa lalu dan tidak akan memprediksi perubahan ke tingkat yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah.

moving average

Metode Eksponential Smoothing
Metode eksponential smoothing merupakan pengembangan dari metode moving averages. Dalam metode ini peramalan dilakukan dengan mengulang perhitungan secara terus menerus dengan menggunakan data terbaru. Setiap data diberi bobot, data yang lebih baru diberi bobot yang lebih besar. Rumus metode eksponential smoothing :

eksponential

dimana : Ft = Peramalan baru
Ft-1 = Peramalan sebelumnya
α = Konstanta penghalusan (0≤α≥1)
At-1 = Permintaan aktual periode lalu
Menghitung kesalahan peramalan

Ada beberapa perhitungan yang biasa digunakan untuk menghitung kesalahan dalam peramalan. Tiga dari perhitungan yang paling terkenal adalah
• Deviasi mutlak rata-rata (mean absolute deviation = MAD)
MAD adalah nilai yang dihitung dengan mengambil jumlah nilai absolut dari setiap kesalahan peramalan dibagi dengan jumlah periode data (n).

mad

• Kesalahan kuadrat rata-rata (mean absolute deviation =MSE)

mse

• Kesalahan persen mutlak rata-rata (mean absolute percent = MAPE)

mape

Metode Trend Projection
Adalah suatu metode peramalan serangkaian waktu yang sesuai dengan garis tren terhadap serangkaian titik-titik data masa lalu, kemudian diproyeksikan ke dalam peramalan masa depan untuk peramalan jangka menengah dan jangka panjang. Persamaan garis :
tp

Dimana : y = variabel yg akan diprediksi
a = konstanta
b = kemiringan garis regresi
x = variabel bebas (waktu)

Dengan metode kuadrat terkecil (MKT) didapat :

mkt

B. Metode Kausal
Metode peramalan kausal mengembangkan suatu model sebab-akibat antara permintaan yang diramalkan dengan variable-variabel lain yang dianggap berpengaruh. Sebagai contoh, permintaan akan baju baru mungkin berhubungan dengan banyaknya populasi, pendapat masyarakat, jenis kelamin, budaya daerah, dan bulan-bulan khusus (hari raya, natal, tahun baru). Data dari variable-variabel tersebut dikumpulkan dan dianalisa untuk menentukan kevaliditasan dari model peramalan yang diusulkan.
Metode ini dipakai untuk kondisi dimana variable penyebab terjadinya item yang akan diramalkan sudah diketahui. Dengan adanya hubungan tersebut, output dapat diketahui jika input diketahui.
• Metode Regresi dan Korelasi
Metoda regresi dan korelasi pada penetapan suatu persamaan estimasi menggunakan teknik “least squares”. Hubungan yang ada pertama-tama dianalisis secara statistik. Ketepatan peramalan dengan menggunakan metoda ini sangat baik untuk peramalan jangka pendek, sedangkan untuk peramalan jangka panjang ternyata ketepatannya kurang begitu baik. Metoda ini banyak digunakan untuk peramalan penjualan, perencanaan keuntungan, peramalan permintaan dan permalan keadaan ekonomi. Data yang dibutuhkan untuk penggunaan metoda ini adalah data kuartalan dari beberapa tahun lalu.

• Metode Ekonometrik
Metoda ini didasarkan atas peramalan sistem persamaan regresi yang diestimasikan secara simultan. Baik untuk peramalan jangka pendek maupun peramalan jangka panjang, ketepatan peramalan dengan metoda ini sangat baik. Metoda peramalan ini selalu dipergunakan untuk peramalan penjualan menurut kelas produk, atau peramalan keadaan ekonomi masyarakat, seperti permintaan, harga dan penawaran. Data yang dibutuhkan untuk penggunaan metoda peramalan ini adalah data kuartalan beberapa tahun.
Empat tahapan yang termasuk di dalam memformulasi forecast model ekonometrika ini antara lain membangun suatu model teori, mengumpulkan data, memilih bentuk persamaan fungsi yang diestimasi, dan mengestimasi dan menginterpretasi hasil.
Contoh : sebagai contoh disini misalnya kita menginginkan untuk memprakirakan permintaan, maka hubungan antar harga dan kuantitas dapat menjadi dasar teori yang logis bagi suatu model. Faktor harga yang mempengaruhi volume permintaan tersebut sebenarnya tidaklah merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi permintaan, tetapi banyak faktor lain yang juga ikut mempengaruhi permintaan. Maka secara spesifik hubungan kausalistik permintaan itu dipengaruhi oleh selain harga, tetapi juga dipengaruhi misalnya oleh income per kapita (I), harga barang lain (Po), dan Advertensi (A), dan lain-lain. Karena itu model fungsi yang dikembangkan dalam persamaan ekonometri sebagaimana ditunjukkan pada pembahasan estimasi permintaan yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor atau variabel antara lain seperti yang dinyatakan sebagai:

Qd = f(P, I, Po, dan A)

Yang secara ekonomi terbukti secara empirik bahwa fungsi permintaan dipengaruhi P, I, Po, dan A itu dirumuskan sebagai fungsi:

Qd = a – bP + cI + dPo + eA

Dimana Qd merupakan volume permintaan, a merupakan koefisiensi konstanta, b,c,d,dan e merupakan koefisiensi faktor Harga, Income, Harga Barang Lain, dan Advertensi.
Metode Input Output
Metoda ini dipergunakan untuk menyusun proyeksi trend ekonomi jangka panjang. Model ini kurang baik ketepatannya untuk peramalana jangka panjang. Model ini banyak dipergunakan untuk peramalan penjualan perusahaan, penjualan sektor industri dan sub sektor industri, produksi dari sektor dan sub sektor industri. Data yang dibutuhkan untuk penggunaan metoda atau model ini adalah data tahunan selama sekitar sepuluh sampai lima belas tahun.

Artikel IT

Kenapa Masuk Universitas Widyatama? Awalnya gapernah kepikiran bakal masuk swasta, sempet mikir ‘oh my god swasta again?!’ ntah karna dari tk-sd-sma di swasta jadi bosen aja masuk swasta lagi. but gatau karna emang udah takdir dari Tuhan, dan kaya nya emang udah jadi swasta-lovers masuk lah aku ke widyatama. yaa pas pertama sih nyoba masuk negri lewat jalur SBMPTN, udah mah nunggu sebulan tanpa kepastian trus dikasih jawaban ‘MAAF ANDA TIDAK DITERIMA’, yap, tulisan bold merah terus di capslock. Kaya digantungin doi trus tiba-tiba diputusin; duh suck-it nya tuh jleb. yaudah dengan segala kepasrahan diri akhirnya daftar ke widyatama, itu pun udah akhir-akhir, kalau ga di terima yaudah nasib aku jadi pengangguran setaun (amit-amit). tapi ternyata aku diterima (alhamdulillah).

Kenapa Memilih Jurusan Teknik Informatika? pertama milih jurusan teknik informatika, orang tua sempet bingung trus ragu. ya masa anak cewe mau masuk teknik, udah gitu informatika lagi. tapi akhirnya berhasil ngeyakinin ortu kalau aku pasti sanggup di teknik, meski ujung-ujungnya banyak istigfar gara-gara liat kodingnya. intinya sih ngejalaninnya harus enjoy meski kadang sumpek, bete, apalagi kalau lagi ngoding pas di run gagal mulu.. urgh. let it flow aja.
Kesan Selama Kuliah di Widyatama? pas pertama kuliah kesannya garing banget, udah gitu banyak yang kubu-kubuan. tapi kesini-kesini makin asik, seru, rame dan ternyata dibalik jaimnya anak anak informatika, tersimpan kegokilan dan kelucuan haha. jujur aja i can’t stand with ‘normal’ people, normal dalam arti yang hidupnya tuh monoton and boring. terus banyak nemu tongkrongan/tempat makan (ini wajib) baru, maklum anaknya seneng kuliner banget. so yeaa, moga aja informatika 2013 semuanya bisa kompak sampai akhir, ga ada individualisme, ga saling ngejatohin, lulus bareng dan kekeluargaan. secara kuliah 4 tahun tapi ga kompak kan for what banget.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sistem informasi berbasis komputer merupakan suatu alat yang dapat menunjang tingkat kelancaran dalam melaksanakan suatu kegiatan. Penerapan sistem informasi di berbagai bidang merupakan suatu keharusan, karena hal tersebutlah orang lebih mengutamakan pemecahan masalah yang lebih cepat dan akurat. Dengan digunakannya sistem informasi sebagai solusi tercepat dan akurat, diharapkan segala masalah dapat diatasi dengan mudah. Sistem inilah yang dapat menunjang kelancaran dalam melaksanakan suatu pekerjaan secara cepat dan

akurat. Salah satu pengolahan data yang menggunakan sistem komputerisasi adalah pengolahan data gaji karyawan. Pandangan secara umum di Doubledipss Cafe terdapat 2 (dua) sistem payroll karyawan. Salah satunya sistem payroll karyawan waiter/waiters (pelayan), dan barista. Sistem payroll karyawan waiter/waiters, dan barista dibuat karena di Doubledipss Cafe memiliki lebih kurang 6 karyawan waiter/waiters, dan 6 barista. Doubledipss Cafe belum menggunakan sistem komputerisasi sehingga ketika penggajian,terjadi kesalahan perhitungan (salah memasukkan angka) dan penyampaian laporan keuangan yang memerlukan waktu yang lama. Untuk mengatasi kendala-kendala di atas, maka dapat dibuat suatu sistem informasi berbasis komputerisasi agar dapat mengurangi permasalahan dalam perhitungan gaji yang diterima oleh karyawan waiter/waiters dan barista serta mendukung proses operasional Doubledipss Cafe.

 

1.2 Rumusan Masalah

Sesuai dengan uraian dalam latar belakang masalah di atas, maka dapat dikemukakan rumusan masalah adalah bagaimana membuat aplikasi sistem penggajian (payroll) karyawan waiter/waiters dan barista Doubledipss Cafe.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah pada pembuatan sistem penggajian karyawan waiter/waiters dan barista ini adalah :

1. Database Management Sistem menggunakan MySQL.

2. Bersifat multi user

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah membuat sistem penggajian (payroll) karyawan waiter/waiters dan barista yang terkomputerisasi dengan baik, sehingga dapat mempercepat dalam mengolah dan mengakses data di Doubledipss Cafe.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil dari pembuatan Tugas Akhir ini diharapkan dapat bermanfaat:

1. Bagi Perusahaan

Diharapkan dengan dibuatnya aplikasi sistem penggajian (payroll) karyawan waiter/waiters dan barista dapat mempermudah kinerja bagian personalia yang menangani penggajian karyawan Doubledipss Cafe.

2. Bagi Penulis

Penulis mempunyai kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah dalam bentuk pembuatan sistem penggajian (payroll) karyawan waiter/waiters dan barista Doubledipps Cafe.

Selamat Menulis

Selamat Datang di Dunia Blog, dan selamat menulis…

Pengelola blog kembali mengingatkan akan peraturan pemakaian Blog Universitas Widyatama Bandung adalah sebagai berikut :

  1. Blog ini merupakan milik Universitas Widyatama termasuk didalamnya seluruh sub domain yang digunakan sehingga apa yang terdapat didalam blog ini secara umum akan mengikuti aturan dan kode etik yang ada di Universitas Widyatama Bandung.
  2. Blog ini dibuat dengan menggunakan aplikasi pihak ke tiga (WordPress), dan lisensi plugin plugin didalamnya terikat terhadap developer pembuat plugin tersebut.
  3. Blog ini dapat digunakan oleh Karyawan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung.
  4. Dilarang melakukan registrasi username atau site/subdomain blog dengan menggunakan kata yang tidak pantas.
  5. Dilarang memasukkan konten dengan unsur SARA, pornografi, pelecehan terhadap seseorang ataupun sebuah institusi.
  6. Dilarang menggunakan blog ini untuk melakukan transaksi elektronik dan pemasangan iklan.
  7. Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan embed video atau gambar di bandingkan dengan melakukan upload secara langsung pada server.
  8. Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan sanksi penutupan blog dan atau sanksi yang berlaku pada aturan Universitas Widyatama sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  9. Administrator berhak melakukan pembekuan account tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika dianggap ada hal hal yang melanggar peraturan.
  10. Aturan yang ada dapat berubah sewaktu waktu.

Beberapa Link terkait Universitas Widyatama

  1. Fakultas Ekonomi – http://ekonomi.widyatama.ac.id
  2. Fakultas Bisnis & Manajemen – http://manajemen.widyatama.ac.id
  3. Fakultas Teknik – http://teknik.widyatama.ac.id
  4. Fakultas Desain Komunikasi Visual – http://dkv.widyatama.ac.id
  5. Fakultas Bahasa – http://bahasa.widyatama.ac.id

Layanan Digital Universitas Widyatama

  1. Biro Akademik – http://akademik.widyatama.ac.id
  2. Rooster Kuliah – http://rooster.widyatama.ac.id
  3. Portal Mahasiswa – http://mhs.widyatama.ac.id
  4. Portal Dosen – http://dosen.widyatama.ac.id
  5. Digital Library – http://dlib.widyatama.ac.id
  6. eLearning Portal – http://learn.widyatama.ac.id
  7. Dspace Repository – http://repository.widyatama.ac.id
  8. Blog Civitas UTama – http://blog.widyatama.ac.id
  9. Email – http://email.widyatama.ac.id
  10. Penerimaan Mahasiswa Baru – http://pmb.widyatama.ac.id/online

Partner UTama

  1. Putra International College – http://www.iputra.edu.my
  2. Troy University – http://www.troy.edu
  3. Aix Marsielle Universite – http://www.univ-amu.fr
  4. IAU – http://www.iau-aiu.net/content/institutions#Indonesia
  5. TUV – http://www.certipedia.com/quality_marks/9105018530?locale=en
  6. Microsoft – https://mspartner.microsoft.com/en/id/Pages/index.aspx
  7. Cisco – http://www.cisco.com/web/ID/index.html
  8. SAP – http://www.sap.com/asia/index.epx
  9. SEAAIR – http://www.seaair.au.edu

Academic Research Publication

  1. Microsoft Academic  –  http://academic.research.microsoft.com/Organization/19057/universitas-widyatama?query=universitas%20widyatama
  2. Google Scholar – http://scholar.google.com/scholar?hl=en&q=Universitas+Widyatama&btnG=

Info Web Rangking

  1. Webometric – http://www.webometrics.info/en/detalles/widyatama.ac.id
  2. 4ICU – http://www.4icu.org/reviews/10219.html